Penguatan Guru dan Karakter sebagai Kunci Utama Pendidikan Nasional Menurut Menteri Abdul Mu’ti

Pendidikan nasional yang berkualitas merupakan fondasi penting bagi kemajuan suatu bangsa. Dalam upaya mewujudkan visi tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, menekankan bahwa penguatan guru dan karakter siswa adalah elemen kunci yang tidak dapat diabaikan. Dalam sambutannya di SMKN 1 Sikur, Nusa Tenggara Barat, pada tanggal 17 Mei 2026, beliau menguraikan beberapa langkah strategis yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan ini.
Pentingnya Penguatan Kualitas Guru
Menurut Abdul Mu’ti, kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kualitas pengajar itu sendiri. Penguatan guru adalah langkah awal yang krusial dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Beliau menyatakan bahwa pembangunan sektor pendidikan tidak hanya terfokus pada infrastruktur fisik, melainkan juga pada peningkatan kualitas layanan pendidikan. Hal ini bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul, cerdas, terampil, mandiri, serta berakhlak mulia.
Program Beasiswa untuk Guru
Salah satu inisiatif yang dicanangkan pemerintah adalah memberikan beasiswa kepada para guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik D4 atau S1. Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp3 juta per semester untuk 12.500 guru. Pada tahun berikutnya, program ini akan diperluas dengan target 150.000 guru di seluruh jenjang pendidikan, melalui skema yang sama dan dengan sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan Tunjangan Sertifikasi
Setelah memenuhi kualifikasi S1 atau D4, guru diberikan kesempatan untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang selanjutnya akan memungkinkan mereka untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi. Program ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi profesional guru, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Pentingnya Peran Guru dalam Pendidikan
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa guru merupakan kunci keberhasilan dalam pendidikan. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang dapat membentuk karakter siswa. Dalam era digital saat ini, meskipun teknologi terus berkembang, peran guru tetap tidak tergantikan dan sangat vital dalam proses belajar mengajar.
Pendidikan Karakter Melalui Kebiasaan Positif
Selain meningkatkan kualifikasi guru, kementerian juga mengimplementasikan program pendidikan karakter yang dikenal dengan nama “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. Program ini mencakup serangkaian kebiasaan positif yang diharapkan dapat membentuk karakter siswa, seperti:
- Bangun pagi
- Beribadah
- Berolahraga
- Makan sehat dan bergizi
- Gemar belajar dan bermasyarakat
Inisiatif “Pagi Ceria”
Sebagai bagian dari program ini, kebijakan “Pagi Ceria” juga diperkenalkan sebelum sesi belajar dimulai. Dalam kegiatan ini, siswa diajak untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, melakukan senam Anak Indonesia Hebat, serta berdoa bersama. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun semangat positif dan kebersamaan di antara siswa.
Inovasi dalam Pembelajaran
Dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan relevan, kementerian mendorong penerapan metode pembelajaran mendalam (deep learning). Selain itu, penguatan literasi digital juga diutamakan melalui pelatihan kecerdasan artifisial (AI) dan coding bagi guru. Saat ini, mata pelajaran coding dan AI telah menjadi pilihan di sekolah-sekolah yang siap. Ke depan, diharapkan pelajaran ini bisa menjadi wajib mulai dari kelas 5 SD, serta kelas 7 SMP dan SMA.
Ujian Kemampuan Akademik (TKA)
Mendikdasmen juga memberikan informasi mengenai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan mulai diterapkan pada tahun 2025 untuk tingkat SLTA, dan kemudian diperluas ke tingkat SMP dan SD pada tahun 2026. TKA tidak akan menjadi penentu kelulusan, melainkan berfungsi sebagai salah satu indikator bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi.
Partisipasi dalam TKA dan Pengajaran Bahasa Inggris
Tingkat partisipasi nasional dalam TKA saat ini mencapai lebih dari 98 persen. Hasil dari tes ini bahkan sudah digunakan sebagai salah satu syarat untuk masuk ke perguruan tinggi, termasuk beberapa universitas di Belanda. Selain itu, mulai tahun 2027, Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa mulai dari kelas 3 SD. Untuk mendukung hal ini, pemerintah tengah melatih para guru SD agar mereka siap mengajarkan Bahasa Inggris dengan baik.
Mindset, Mental, dan Misi dalam Pendidikan
Abdul Mu’ti menekankan bahwa ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan dalam memajukan pendidikan di Indonesia: pengembangan mindset untuk maju, membangun mental yang kuat, dan melakukan misi pendidikan dengan tulus. Beliau juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTB atas dukungan mereka terhadap program pendidikan dan berharap agar dari daerah ini lahir generasi yang hebat, seperti Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, yang dinilai sebagai sosok inspiratif.
Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan penguatan guru dan karakter siswa dapat terwujud, sehingga pendidikan nasional dapat menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan siap menghadapi tantangan zaman.






