Bupati Gus Irawan Tinjau Huntap Hapesong Baru di Malam Hari, Sebagian Unit Sudah Dilengkapi Perabotan

Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, mengambil langkah praktis dengan meninjau sendiri lokasi pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga korban bencana di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru pada malam hari Minggu, 15 Maret 2026.
Perencanaan dan Penundaan Peresmian Huntap Hapesong Baru
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Gus Irawan mengungkapkan bahwa hunian tetap yang dibangun bekerja sama dengan Yayasan Tzu Chi Indonesia seharusnya diresmikan pada hari itu juga. Namun, karena beberapa unit belum sepenuhnya siap untuk dihuni, peresmian harus ditunda.
Menurutnya, pemerintah daerah dan pihak terkait berupaya mempercepat penyelesaian pembangunan sehingga sebagian rumah dapat segera ditempati oleh warga penerima manfaat, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Kesiapan Hunian dan Perabotan
“Tujuannya adalah, meskipun tidak semua unit bisa ditempati oleh masyarakat penerima manfaat sebelum Lebaran, setidaknya sebagian yang bisa diselesaikan untuk siap. Tzu Chi juga telah melengkapi perabotan rumah tangga dan sudah ada beberapa warga yang masuk ke hunian tersebut. Ada 114 warga yang telah masuk ke hunian tetap. Kami sedang menyelesaikannya secara bertahap,” jelas Gus Irawan.
Menurut Bupati, warga yang belum bisa menempati huniannya tetap datang ke lokasi huntap untuk melihat dan menata rumah yang telah ditetapkan bagi mereka.
“Mereka juga datang ke sini, sudah ada nomor rumah untuk membersihkan dan menata perabotan rumah tangga seperti sofa, meja tamu, meja makan, hingga dua tempat tidur (kasur),” tambahnya.
Target dan Komitmen Pembangunan Huntap
Pembangunan huntap di kawasan tersebut direncanakan sebanyak 227 unit rumah. Pemerintah Kabupaten Tapsel berambisi bahwa setidaknya 150 unit dapat dihuni sebelum Lebaran.
“Total keseluruhan hunian tetap ada 227 unit yang kemudian kami komitmenkan untuk mengejar pengerjaannya agar warga bisa masuk ke rumah baru sebelum Lebaran itu 150 unit. Tapi itu pun terus dikejar agar tidak sampai berakhir masa kontrak pengerjaannya di awal Mei nanti,” ungkapnya.
Progres Pembangunan Huntap Hapesong Baru
Menurut Gus Irawan, progres pembangunan hunian tetap di Tapsel termasuk yang tercepat dibandingkan daerah lain yang juga menjalankan program serupa.
“Saya kira, Kabupaten Tapsel ini yang tercepatlah sudah dalam hal progres pembangunan hunian tetap. Kalau mau dipresentasekan mungkin sudah hampir 80 persen progresnya sudah selesai. Sementara kita memulai pembangunan itu bersama-sama dengan Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara. Dan yang tercepat penyelesaiannya itu Tapsel karena sedari awal kita Tapsel ini memang yang paling cepat menyelesaikan pendataan,” terang Gus Irawan.
Kendala Pembangunan
Ia menambahkan, sempat terjadi kendala pada awal proses pembangunan, terutama terkait ketersediaan material bangunan.
“Maka tadinya, direncanakan mau diresmikan di sini. Kendala pembangunannya di awal Januari itu, material bangunan juga tidak ada. Saya pun tahu ini, untuk mendatangkan material bangunan ini agak susah payah juga ini. Seperti, batu batanya dari Kota Tebing Tinggi, Labuhan Batu, hingga Padang Lawas Utara,” jelasnya.
Kendala tersebut, menurut Bupati, terjadi karena tingginya kebutuhan material bangunan di berbagai daerah pada waktu yang sama.
“Karena memang, banyak yang membangun bangunan di mana-mana sehingga di situ sebetulnya sedikit kendala, ya. Tapi ya, komitmen dari semua yang mengerjakan di sini tidak menyerah dengan keadaan karena saya langsung datang ke sini, sehingga mereka mencari solusi bahkan mendatangkan batu bata dari luar Tapsel,” pungkasnya.
Yang turut mendampingi Bupati antara lain, Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekda Sofyan Adil Siregar, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Rocky Gultom, Ketua TP PKK Ny. Murni Gus Irawan dan sejumlah OPD.